Alat Ukur

Diposkan oleh belajar fisika on Jumat, 28 September 2012

FISIKA GAUL - Berbicara soal alat ukur pasti sudah ketebak kalo itu deket banget dengan pengukuran (ngukur-ngukur : bhs. Jawa- red). Nah dalam pembahasan alat ukur ini, FISIKA GAUL gak akan muluk-muluk alias langsung tancap gas pol ke materi....(sambil mringis ). Oke, barusan saya baca di sebuah laman website, disana dijelaskan bahwa dalam ilmu Fisika maupun Teknik gak akan pernah lepas dari yang namanya Pengukuran. Lalu apa sih pengertian pengukuran itu? ( '_,')9

Pengukuran ialah aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Jadi, pengukuran itu sebuah aktifitas dan alat ukur itu alatnya.

Penggunaan alat ukur pada setiap pengukuran sangat ditentukan oleh macam kegunaan, batas ukur dan ketelitian alat ukurnya. Sebagai contoh untuk mengukur massa suatu benda yang diperkirakan sebesar 50 kg, maka alat yang harus digunakan haruslah timbangan dengan batas ukur minimal senilai massa benda itu. Timbangan tersebut harus memiliki ketepatan pengukuran yang baik, sehingga hasil pengukuran sesuai dengan keadaan sesungguhnya.

Besaran & Satuan

Dalam Fisika dikenal berbagai macam besaran. Besaran tersebut dikelompokkan dalam 2 kategori yakni besaran pokok/dasar dan besaran turunan. Semua besaran fisik dapat dinyatakan dalam beberapa satuan pokok. Pemilihan satuan standar untuk besaran pokok menghasilkan suatu sistem satuan. Sistem satuan yang digunakan secara universal dalam masyarakat ilmiah adalah Sistem Internasional (SI). Berikut klasifikasi besaran-besaran fisika beserta dimensi dan satuannya. Berikut ini tabel Besaran fisika, dimensi, dan satuannya.

besaran dan satuan
Tabel Besaran dan Satuan
Berikut ini adalah karakteristik alat ukur besaran pokok dalam fisika, antara lain jangka sorong, mikrometer skrup, neraca, stopwatch dan termometer.

Jangka Sorong

Jangka Sorong

Digunakan untuk mengukur panjang, lebar, tebal, atau pun kedalaman benda/zat .

Skala tetap pada jangka sorong disebut skala dasar (SD) dengan batas skala 10 cm.
Skala geser pada Jangka Sorong disebut skala pembantu (SP) dengan batas skala10 mm.

Ketelitian Jangka Sorong:
Paling tidak ada 2 jenis jangka sorong, yakni jangka sorong yang memiliki ketelitian 0,05 mm dan
yang memiliki ketelitian 0,1 mm.

Contoh penggunaan Jangka Sorong:
Pada pengukuran panjang sebuah balok kayu dengan menggunakan Jangka Sorong dengan
ketelitian 0.01 mm diperoleh penunjukan sebagai berikut:


MIKROMETER SEKRUP
Mikrometer Skrup

Kegunaan mikrometer sekrup:
Alat ini biasanya difungsikan untuk mengukur diameter benda-benda berukuran milimeter atau beberapa centimeter saja.

Ketelitian mikrometer sekrup:
Micrometer sekrup hanya ada satu macam, yakni yang berketelitian 0.01 mm.

Contoh penggunaan mikrometer sekrup:
Pada pengukuran panjang sebuah balok kayu dengan menggunakan Jangka Sorong dengan ketelitian 0.01 mm diperoleh penunjukan sebagai berikut:

Jadi panjang balok tersebut adalah:
p = 4,5 mm + 12 x (ketelitian) = 4,5 mm + (12 X 0.01 mm) = 4,62 mm


SPHEROMETER
Spherometer merupakan alat untuk mengukur jejari kelengkungan suatu permukaan. Biasanya digunakan untuk mengukur kelengkungan lensa. Spherometer memiliki 4 kaki, dengan 3 kaki yang permanen dan satu kaki tengah yang dapat diubah-ubah ketinggiannya. Ketelitian spherometer bisa mencapai 0,01 mm.

NERACA TORSI
Neraca torsi digunakan untuk mengukur massa suatu zat. Ketelitian yang dimiliki neraca ini bermacam-macam antara lain sebesar 0,1 g atau 0,05 g atau 0,01 g.

SPECIFIC GRAVITY/DENSITOMETER
Specific gravity adalah alat yang digunakan untuk mengukur kerapatan (massa jenis) suatu zat cair. Bedanya dengan densitometer adalah bahwa nilai yang ditunjukkan oleh specific gravity merupakan nilai relatif terhadap kerapatan air (1 g/ml).

STOPWATCH
Stopwatch merupakan alat pengukur waktu. Stopwatch yang sering dipakai biasanya berketelitian 0,1 s atau 0,2 s. Telepon genggam (HP) biasanya juga disertai fasilitas stopwatch. Ketelitian stopwatch pada telepon genggam biasanya 0,01 s.

THERMOMETER
Termometer adalah alat pengukur suhu. Termometer yang biasa digunakan dalam Lab. Fisika Dasar adalah termometer Celcius dengan ketelitian 0,50C atau 10C.

MULTIMETER
Multimeter adalah alat pengukur besaran listrik, seperti hambatan, kuat arus, tegangan, dsb. Ketelitan alat ini sangat beragam dan bergantung pada besar nilai maksimum yang mampu diukur. Berhati-hatilah dalam menggunakan alat ini. Perhatikan posisi saklar sesuai dengan fungsinya dan besar nilai maksimum yang mampu diukur. Jika digunakan untuk mengukur tegangan maka alat ini harus dirangkai paralel, colok (+) dihubungkan dengan (+) rangkaian, sedangkan colok (-) dengan bagian (-)nya. Sedangkan jika digunakan untuk mengukur kuat arus yang melalui suatu cabang rangkaian maka alat ini harus dirangkai secara seri melalui cabang tersebut.

Oke...itu sudah saya jelaskan dari alat ukur, pengukuran, besaran dan satuan, bahkan sampe nama alat ukurnya sampe contoh ngitung juga. Ya ini memang terlalu simple, dan mungkin bahasa yang saya gunakan amburadul..haha. Gak masalah, soalnya juga ini kan FISIKA GAUL biar gaul dan suka sama Fisika.

Akhirnya buat mempermudah belajar fisika, nih saya kasih flash materi alat ukur pada kesempatan kali ini. Silakan di download disini.
KLIK INI

Udah dulu ya, kalo ada yang mau ditanyain, silakan di bawah postingan ini bisa tanya :)

Trimaksih..

{ 1 komentar... read them below or add one }

belajar fisika mengatakan...

testing
8-}

Poskan Komentar

 
Fisika Fisika